Langsung ke konten utama
Lirik LaguBugis Makassar
Budaya & Musik

Anci Laricci, Suara yang Membuat Makassar Terus Bernyanyi

Profil lengkap Anci Laricci atau Anci La Ricci: biodata, perjalanan karier, lagu populer, karya, dan warisannya bagi musik Bugis Makassar.

Oleh 10 menit baca
Thumbnail video rujukan Anci Laricci
Thumbnail video rujukan karya Anci Laricci.Kredit: HOKA HOKY melalui YouTube, Digunakan sebagai thumbnail rujukan karya. Ditampilkan dengan pemotongan responsif.
Anci Laricci adalah penyanyi, pencipta lagu, dan pembimbing musisi asal Sulawesi Selatan yang bergerak dari industri rekaman nasional ke pelestarian musik Bugis Makassar. Lahir pada 17 Agustus 1953, ia dikenal luas melalui Nona Manis, Pantai Losari, dan repertoar daerah yang terus dinyanyikan lintas generasi sampai setelah ia wafat di Makassar pada 8 Oktober 2017.

Biodata dan profil singkat Anci Laricci

Nama Anci Laricci juga kerap ditulis sebagai Anci La Ricci pada sampul album dan layanan musik digital. Dalam pemberitaan tentang akhir hayatnya, ANTARA menyebutnya sebagai penyanyi legendaris Sulawesi Selatan, pelantun Pantai Losari dan Nona Manis, serta pencipta lebih dari 100 lagu.

Nama populer
Anci Laricci atau Anci La Ricci
Lahir
17 Agustus 1953
Wafat
8 Oktober 2017 di Makassar
Peran
Penyanyi, pencipta lagu, musisi, dan pembimbing penyanyi daerah
Lagu terkenal
Nona Manis, Pantai Losari, Tena Ruanna, Rapangmi So'na, Pappasangku, I Kau Tonji, dan Kualleanna Tallanga Natoalia
Jejak katalog
Rekaman pop Makassar sejak setidaknya pertengahan 1980-an sampai rilisan pada era digital

Perjalanan panjang menuju dapur rekaman

Karier Anci Laricci tidak dimulai dari keadaan yang mudah. ANTARA mencatat bahwa sebelum berhasil masuk dapur rekaman di Jakarta, ia pernah bekerja sebagai tukang parkir dan kuli bangunan. Riwayat tersebut memperlihatkan jarak yang harus ia tempuh sebelum dikenal di panggung musik daerah maupun nasional.

Terobosannya datang melalui Nona Manis, lagu reggae yang ia bawakan bersama kelompok UB2. ANTARA Makassar melaporkan rekaman itu terjual sekitar 600 ribu keping. Keberhasilan tersebut penting karena menunjukkan bahwa Anci tidak hanya bergerak di lingkup lagu daerah: ia juga mampu masuk ke selera musik populer nasional pada zamannya.

Jejak digital hari ini memperlihatkan luasnya perjalanan itu. Apple Music mencatat Album Pop Makassar Vol.1 Anci Laricci - I Kau Tonji bertahun 1985 dan album Bulokarisa Pop Makassar bersama Rhani bertahun 2002. Katalog lain dengan ejaan Anci La Ricci memuat album seperti Cinna, Ero Ma Bunting, Janda, dan Kupasai Ampeku.

Pencipta lagu sekaligus kolaborator

Anci Laricci tidak hanya berdiri di depan mikrofon. ANTARA menyebut jumlah karya yang ia ciptakan melampaui 100 lagu. Di dalam arsip kami, kredit lagu juga memperlihatkan pola kolaborasi yang kuat: Ammakku dikaitkan dengan Abidin Syam dan Anci Laricci, Butta Kalassukangku dengan Sila Leo dan Anci Laricci, sedangkan Assi Na Cera' mencantumkan Anci Laricci dan Iwan Tompo.

Pola tersebut penting untuk memahami musik daerah sebagai hasil kerja bersama. Ada lagu yang ditulis Anci sendiri, ada yang lahir bersama musisi lain, dan ada pula lagu ciptaan orang lain yang menjadi lekat dengan suaranya. Tena Ruanna dan I Kau Tonji, misalnya, tercatat dengan kredit Abidin Syam dalam katalog situs ini, meskipun publik sering mengingat keduanya melalui versi Anci Laricci.

Untuk menelusuri kredit dan rekaman satu per satu, buka koleksi lengkap lagu Anci Laricci. Halaman tersebut memuat lagu yang ia nyanyikan sendiri maupun karya kolaborasi.

Lagu-lagu penting dan tema yang dibawanya

Pantai Losari menjadi salah satu karya yang paling langsung menghubungkan Anci dengan identitas Makassar. detikSulsel mencatat lagu itu diciptakan dan dipopulerkan Anci pada 2007. Liriknya merayakan pengalaman sehari-hari di Losari, dari pisang epe dan ikan bakar sampai angin sepoi-sepoi serta suasana berkumpul di tepi pantai.

Pappasangku, yang menurut detikSulsel dirilis pada 2002, membawa tema yang lebih reflektif. Lagu ini berisi pesan seseorang sebelum meninggalkan dunia dan kemudian dinyanyikan ulang oleh Anto Sarro. Rekaman Pappasangku juga tercantum pada album Bulokarisa Pop Makassar di Apple Music.

Rapangmi So'na berbicara tentang kerinduan dan kehilangan. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sulawesi Selatan mencatat lagu ciptaan Anci Laricci dan Abidin S. itu pernah menjadi lagu wajib dalam babak enam besar Lomba Nyanyi dan Cipta Lagu Daerah Sulsel pada 2020. Pemakaiannya dalam kompetisi resmi menunjukkan bahwa lagu tersebut telah bergerak dari rekaman komersial ke ruang pelestarian budaya.

Tema lain dalam repertoarnya juga beragam. Ammakku mengangkat kasih kepada ibu, Butta Kalassukangku menyuarakan rindu perantau pada tanah kelahiran, sementara Kualleanna Tallanga Natoalia membawa gambaran keteguhan memegang janji. Keragaman ini membantu menjelaskan mengapa lagu Anci tetap dekat dengan pengalaman keluarga, cinta, kampung halaman, dan harga diri masyarakat Sulawesi Selatan.

Guru bagi generasi musisi berikutnya

Pengaruh Anci Laricci tidak berhenti pada rekaman. Ketika Anci wafat, Wali Kota Makassar saat itu, Moh Ramdhan Pomanto, menyebutnya sebagai ikon pelestarian lagu daerah Sulawesi Selatan sekaligus guru bagi musisi lokal. Pernyataan itu mendapat contoh konkret dalam perjalanan Ridwan Sau.

RRI Makassar mencatat Ridwan Sau belajar dari Anci selama enam tahun, dari 1999 sampai 2005. Masa pembinaan itu membawanya ke dunia nyanyi profesional sekaligus mengajarinya mencipta lagu. Ridwan bahkan menggambarkan Anci sebagai orang tua kedua. Jejak hubungan tersebut dapat didengar kembali melalui koleksi lagu Ridwan Sau dan album penghormatan yang muncul setelah wafatnya Anci.

Peran sebagai mentor membuat warisan Anci memiliki dua jalur. Jalur pertama adalah karya yang tetap diputar, dibawakan ulang, dan dipelajari. Jalur kedua adalah pengetahuan bermusik yang diteruskan oleh penyanyi yang pernah ia bimbing.

Warisan yang tetap hidup

Sejumlah peristiwa setelah 2017 memperlihatkan bahwa nama Anci Laricci tidak berhenti sebagai nostalgia. Rapangmi So'na dipakai sebagai lagu wajib dalam lomba tingkat Sulawesi Selatan pada 2020. Pada F8 Makassar 2024, Pemerintah Kota Makassar memberitakan Art2tonic membawakan Pantai Losari sebagai penghormatan kepada Anci setelah meminta izin kepada keluarganya.

Lagu-lagunya juga terus menemukan pendengar melalui platform digital dan versi baru. Katalog Apple Music masih menghubungkan nama Anci dengan album-album lama, sedangkan penyanyi lain terus membawakan kembali karyanya. Keberlanjutan ini menunjukkan dua hal sekaligus: kekuatan melodinya dan kemampuan tema lagunya untuk tetap dipahami oleh generasi yang berbeda.

Menyebut Anci hanya sebagai penyanyi lagu daerah terasa kurang lengkap. Ia pernah menembus industri rekaman nasional, menciptakan dan mengolah lebih dari seratus lagu, membangun repertoar yang mengabadikan pengalaman Sulawesi Selatan, serta membantu musisi lain memasuki dunia profesional. Di titik itulah posisinya sebagai salah satu tokoh penting musik Bugis Makassar menjadi paling jelas.

Akhir hayat Anci Laricci

ANTARA melaporkan Anci Laricci meninggal dunia di Rumah Sakit Stella Maris Makassar pada Minggu pagi, 8 Oktober 2017, setelah menjalani perawatan karena asma. Sehari sebelumnya ia masih menghadiri sebuah pesta pernikahan dan sempat menyanyikan beberapa lagu, meski penampilannya tidak dapat diselesaikan karena kondisi kesehatan.

Kepergiannya segera dipandang sebagai kehilangan bagi musik Sulawesi Selatan. Namun, ukuran warisannya tidak hanya tampak pada ucapan duka saat itu. Lagu yang terus dinyanyikan, katalog yang kembali ditemukan, lomba yang memakai karyanya, dan penyanyi yang membawa pengaruhnya menunjukkan bahwa pekerjaan Anci Laricci berlanjut jauh setelah panggung terakhirnya.

Pertanyaan umum tentang Anci Laricci

Jawaban ringkas berdasarkan profil dan referensi yang tercantum pada halaman ini.

Siapa Anci Laricci?

Anci Laricci adalah penyanyi, pencipta lagu, musisi, dan pembimbing penyanyi asal Sulawesi Selatan. Ia dikenal melalui musik populer nasional serta lagu Bugis Makassar seperti Pantai Losari, Rapangmi So'na, dan Pappasangku.

Kapan Anci Laricci lahir dan wafat?

Anci Laricci lahir pada 17 Agustus 1953. Ia wafat di Makassar pada 8 Oktober 2017 setelah menjalani perawatan karena asma.

Apa saja lagu Anci Laricci yang terkenal?

Lagu yang paling sering dikaitkan dengan Anci Laricci antara lain Nona Manis, Pantai Losari, Tena Ruanna, Rapangmi So'na, Pappasangku, I Kau Tonji, dan Kualleanna Tallanga Natoalia. Kredit pencipta setiap lagu dapat berbeda karena Anci juga membawakan karya musisi lain.

Berapa lagu yang diciptakan Anci Laricci?

ANTARA mencatat Anci Laricci telah menciptakan lebih dari 100 lagu. Jumlah itu menggambarkan keseluruhan perjalanan kariernya, sedangkan katalog situs ini hanya memuat lagu yang sudah memiliki halaman dan rekaman rujukan.

Apa hubungan Anci Laricci dengan Ridwan Sau?

RRI Makassar mencatat Ridwan Sau belajar dari Anci Laricci selama enam tahun, dari 1999 sampai 2005. Anci membimbingnya memasuki dunia nyanyi profesional dan mengajarinya mencipta lagu.

Referensi

Sumber diperiksa pada tanggal yang tercantum. Tautan eksternal dapat diperbarui oleh penerbitnya.

  1. 1.
  2. 2.
    Penyanyi Legendaris Sulsel Anci Laricci Wafat

    ANTARA Makassar. Diakses 25 Juli 2026.

  3. 3.
  4. 4.
    Lagu Kesayangan NA Menggema di Lomba Nyanyi dan Cipta Lagu Daerah SulSel

    Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sulawesi Selatan. Diakses 25 Juli 2026.

  5. 5.
    Art2tonic Nostalgia Bareng Pengunjung F8 Makassar

    Pemerintah Kota Makassar. Diakses 25 Juli 2026.

  6. 6.
  7. 7.
  8. 8.
    Anci Laricci

    Apple Music. Diakses 25 Juli 2026.

  9. 9.
    Anci La Ricci

    Apple Music. Diakses 25 Juli 2026.

Transparansi artikel

Artikel ini ditulis secara independen dan tidak menerima pembayaran dari pihak yang disebutkan. Jika ada konten kerja sama, label sponsor akan ditampilkan secara jelas di bagian atas artikel. Baca Pedoman Editorial untuk standar sumber, koreksi, dan kerja sama kami.

Bacaan Lanjutan