Udhin Leaders, Dari Panggung Rock ke Penjaga Lagu Makassar
Profil lengkap Udhin Leaders atau Hasanuddin Dg Rewa: perjalanan dari musik rock, lagu populer, karya ciptaan, dan perannya membina penyanyi muda.

Profil singkat Udhin Leaders
Gerbang Indonesia Timur mencatat nama lengkap Udhin sebagai Hasanuddin Daeng Rewa dan menyebut ejaan panggung Udhien Leaders. Nama Leaders berasal dari kelompok rock yang menjadi tempatnya bernyanyi pada 1980-an. Ia kemudian dikenal sebagai penyanyi sekaligus pencipta puluhan lagu daerah.
- Nama
- Hasanuddin Daeng Rewa
- Nama panggung
- Udhin Leaders atau Udhien Leaders
- Awal karier
- Vokalis rock Leaders Band pada 1980-an
- Peran
- Penyanyi, pencipta lagu, dan pembina penyanyi muda
- Lagu yang dikenal
- Salimu' Naraka, Salasaku, Punna Sirikku Latappela, Nakkukku, dan Biseang Tamattamparang
Akar rock di balik nama Leaders
Kisah Udhin penting karena menunjukkan bahwa musisi lagu daerah tidak selalu bermula dari panggung tradisional. Sebelum namanya lekat dengan lagu Makassar, ia tumbuh sebagai vokalis rock. Disiplin panggung, tenaga vokal, dan identitas kelompok itu tetap terbawa ketika ia memperluas repertoarnya.
Perjalanan dari rock ke lagu Makassar tidak perlu dibaca sebagai pergantian identitas yang saling meniadakan. Ia justru memperlihatkan keluwesan musik daerah untuk bertemu dengan pengalaman musikal modern. Nama Leaders tetap dipertahankan sebagai penanda dari mana perjalanan itu dimulai.
Membedakan penyanyi, pencipta, dan lagu yang dipopulerkan
Nama Udhin melekat pada banyak lagu, tetapi kredit penciptanya tidak selalu sama. Salasaku dicatat sebagai ciptaan Iwan Tompo. Punna Sirikku Latappela dikaitkan dengan Udin Pansel, sedangkan Nakkukku merupakan karya Misnar RA yang dibawakan Udhin bersama Warda P. Halaman koleksi Udhin Leaders membantu menelusuri versi yang tersedia tanpa menyamakan penyanyi dengan pencipta.
Pemisahan kredit tidak mengecilkan peran penyanyi. Sebuah lagu dapat memperoleh hidup baru karena warna suara, penghayatan, dan cara seorang penyanyi membawanya kepada pendengar. Pada saat yang sama, nama pencipta harus tetap disebut agar sejarah karya tidak hilang.
Salimu' Naraka dan pertemuan dengan pendengar baru
Salimu' Naraka membawa nama Udhin kepada gelombang pendengar digital yang lebih muda. Pemberitaan Warta Bulukumba menyoroti bagaimana lagu itu beredar luas dan menyentuh pendengar melalui tema luka serta pengkhianatan. Kredit platform musik mencantumkan Udhin sebagai vokal dan Syamsul Anchu sebagai penulis.
Popularitas digital tidak muncul di ruang kosong. Lagu tersebut berdiri di atas pengalaman panggung dan katalog panjang. Karena itu, Salimu' Naraka paling tepat dipahami sebagai pintu masuk menuju perjalanan yang sudah berlangsung jauh sebelum angka pemutaran dan media sosial menjadi ukuran.
Jejak katalog dari kaset ke platform digital
Apple Music memuat album seperti Tani Tangga', Pangngu'rangingku, dan Elo' Ande Tea Eco. Album Tani Tangga' tersedia sebagai sembilan lagu melalui Irama Baru Record dengan tanggal edisi digital 2022. Tanggal itu tidak otomatis berarti seluruh materinya pertama kali direkam pada tahun yang sama. Di dalam jalur dengar tersebut, kamu juga dapat membuka Biseang Tamattamparang dan Teaja' Nakke.
Katalog tersebut menunjukkan rentang tema dan kolaborasi dalam pekerjaannya. Ada lagu yang menonjolkan kesetiaan, rasa kehilangan, harga diri, dan pengalaman rumah tangga. Pendengar sekarang dapat bergerak dari satu rilisan ke rilisan lain, tetapi riwayat rekaman fisiknya tetap membutuhkan dokumentasi tambahan dari label, sampul kaset, dan pelaku sezaman.
Membina generasi setelah panggung
Gerbang Indonesia Timur juga mencatat keterlibatan Udhin dalam Leaders Art Management dan kegiatan bersama seniman Makassar. Di sana, pengalaman panjangnya tidak hanya dipakai untuk penampilan, tetapi juga untuk kaderisasi dan pembinaan penyanyi muda.
Peran ini memperluas arti seorang penjaga lagu. Menjaga tidak selalu berarti mempertahankan bentuk lama tanpa perubahan. Ia juga berarti mengajarkan disiplin, mempertemukan penyanyi dengan panggung, memastikan pencipta tetap disebut, dan membuka ruang agar bahasa Makassar terus terdengar dalam selera musik yang berubah.
Pembinaan juga menjadi cara untuk meneruskan pengetahuan yang jarang tercatat di sampul album: cara memilih repertoar, membaca suasana penonton, menghormati rekan panggung, dan menjaga pengucapan bahasa. Pengetahuan praktis seperti ini sering berpindah langsung dari seniman senior kepada generasi berikutnya.
Warisan yang masih berjalan
Udhin Leaders bukan tokoh yang hanya ditemui dalam arsip lama. Katalog digitalnya masih bertambah, lagu-lagunya beredar kembali, dan jejak pembinaannya tetap terkait dengan komunitas seni Makassar. Posisi itu membuatnya berada di antara beberapa generasi sekaligus: generasi panggung rock, masa rekaman daerah, dan pendengar streaming.
Dari perjalanan tersebut, hal yang paling mengesankan bukan sekadar perubahan genre. Udhin mampu membawa nama yang lahir di panggung rock menjadi bagian dari ingatan lagu Makassar, sambil memberi tempat kepada karya para pencipta lain. Itulah sebabnya perannya layak dibaca sebagai penyanyi, pencipta, penafsir, dan pembina.
Pertanyaan umum tentang Udhin Leaders
Jawaban ringkas berdasarkan profil dan referensi yang tercantum pada halaman ini.
Siapa Udhin Leaders?
Udhin Leaders adalah nama panggung Hasanuddin Daeng Rewa, penyanyi dan pencipta lagu Makassar yang memulai karier sebagai vokalis rock Leaders Band pada 1980-an.
Apakah Udhin Leaders nama grup?
Bukan. Sumber yang tersedia menyebut Udhin Leaders sebagai nama panggung seorang penyanyi. Kata Leaders berasal dari Leaders Band, kelompok rock tempat ia memulai perjalanan musik.
Apa lagu Udhin Leaders yang terkenal?
Lagu yang banyak dikaitkan dengan Udhin antara lain Salimu' Naraka, Salasaku, Punna Sirikku Latappela, Nakkukku, dan Biseang Tamattamparang.
Apakah semua lagu Udhin Leaders diciptakan sendiri?
Tidak. Udhin juga membawakan karya pencipta lain. Salasaku, misalnya, dicatat sebagai ciptaan Iwan Tompo, sedangkan Nakkukku merupakan karya Misnar RA.
Apa hubungan Udhin Leaders dengan musik rock?
Ia mulai dikenal sebagai vokalis rock Leaders Band pada 1980-an. Nama kelompok itulah yang tetap melekat pada nama panggungnya ketika ia menekuni lagu Makassar.
Referensi
Sumber diperiksa pada tanggal yang tercantum. Tautan eksternal dapat diperbarui oleh penerbitnya.
- 1.Leaders Art Management Buka Puasa Bersama Seniman
Gerbang Indonesia Timur. Diakses 25 Juli 2026.
- 2.Udhin Leaders
Apple Music. Diakses 25 Juli 2026.
- 3.Tani Tangga'
Apple Music. Diakses 25 Juli 2026.
- 4.Lirik dan Arti Lagu Salimu Naraka Karya Udhin Leaders
Warta Bulukumba. Diakses 25 Juli 2026.
- 5.SALIMU' NARAKA
Shazam. Diakses 25 Juli 2026.
- 6.Chord dan Lirik Lagu Makassar Salasaku oleh Udhin Leaders Beserta Artinya
detikSulsel. Diakses 25 Juli 2026.
- 7.Chord Gitar dan Lirik Lagu Punna Sirikku Latappela Udhin Leaders
detikSulsel. Diakses 25 Juli 2026.
- 8.Lirik dan Chord Gitar Lagu Makassar Nakkukku oleh Udhin Leaders dan Warda P
detikSulsel. Diakses 25 Juli 2026.
Transparansi artikel
Artikel ini ditulis secara independen dan tidak menerima pembayaran dari pihak yang disebutkan. Jika ada konten kerja sama, label sponsor akan ditampilkan secara jelas di bagian atas artikel. Baca Pedoman Editorial untuk standar sumber, koreksi, dan kerja sama kami.
Bacaan Lanjutan
Koleksi Udhin Leaders
Jelajahi lagu Udhin Leaders dalam arsip kami.
Buka halaman →Salimu' Naraka
Baca lirik, chord, arti ringkas, dan rujukan videonya.
Buka halaman →Salasaku
Telusuri lagu ciptaan Iwan Tompo yang dipopulerkan Udhin.
Buka halaman →Biseang Tamattamparang
Buka salah satu karya populer dalam koleksi Udhin Leaders.
Buka halaman →