Langsung ke konten utama
Lirik LaguBugis Makassar
Budaya & Musik

Udhin Leaders, Dari Panggung Rock ke Penjaga Lagu Makassar

Profil lengkap Udhin Leaders atau Hasanuddin Dg Rewa: perjalanan dari musik rock, lagu populer, karya ciptaan, dan perannya membina penyanyi muda.

Oleh 8 menit baca
Udhin Leaders dalam thumbnail video Salimu' Naraka
Udhin Leaders dalam thumbnail video rujukan Salimu' Naraka.Kredit: GAUL melalui YouTube, Digunakan sebagai thumbnail rujukan karya. Ditampilkan dengan pemotongan responsif.
Udhin Leaders adalah nama panggung Hasanuddin Daeng Rewa, penyanyi dan pencipta lagu Makassar yang memulai perjalanan musiknya sebagai vokalis rock bersama Leaders Band pada 1980-an. Dari panggung rock, ia bergerak ke lagu daerah, membawakan karya sejumlah pencipta, menulis lagunya sendiri, dan ikut membina penyanyi muda melalui lingkungan seni di Makassar.

Profil singkat Udhin Leaders

Gerbang Indonesia Timur mencatat nama lengkap Udhin sebagai Hasanuddin Daeng Rewa dan menyebut ejaan panggung Udhien Leaders. Nama Leaders berasal dari kelompok rock yang menjadi tempatnya bernyanyi pada 1980-an. Ia kemudian dikenal sebagai penyanyi sekaligus pencipta puluhan lagu daerah.

Nama
Hasanuddin Daeng Rewa
Nama panggung
Udhin Leaders atau Udhien Leaders
Awal karier
Vokalis rock Leaders Band pada 1980-an
Peran
Penyanyi, pencipta lagu, dan pembina penyanyi muda
Lagu yang dikenal
Salimu' Naraka, Salasaku, Punna Sirikku Latappela, Nakkukku, dan Biseang Tamattamparang

Akar rock di balik nama Leaders

Kisah Udhin penting karena menunjukkan bahwa musisi lagu daerah tidak selalu bermula dari panggung tradisional. Sebelum namanya lekat dengan lagu Makassar, ia tumbuh sebagai vokalis rock. Disiplin panggung, tenaga vokal, dan identitas kelompok itu tetap terbawa ketika ia memperluas repertoarnya.

Perjalanan dari rock ke lagu Makassar tidak perlu dibaca sebagai pergantian identitas yang saling meniadakan. Ia justru memperlihatkan keluwesan musik daerah untuk bertemu dengan pengalaman musikal modern. Nama Leaders tetap dipertahankan sebagai penanda dari mana perjalanan itu dimulai.

Membedakan penyanyi, pencipta, dan lagu yang dipopulerkan

Nama Udhin melekat pada banyak lagu, tetapi kredit penciptanya tidak selalu sama. Salasaku dicatat sebagai ciptaan Iwan Tompo. Punna Sirikku Latappela dikaitkan dengan Udin Pansel, sedangkan Nakkukku merupakan karya Misnar RA yang dibawakan Udhin bersama Warda P. Halaman koleksi Udhin Leaders membantu menelusuri versi yang tersedia tanpa menyamakan penyanyi dengan pencipta.

Pemisahan kredit tidak mengecilkan peran penyanyi. Sebuah lagu dapat memperoleh hidup baru karena warna suara, penghayatan, dan cara seorang penyanyi membawanya kepada pendengar. Pada saat yang sama, nama pencipta harus tetap disebut agar sejarah karya tidak hilang.

Salimu' Naraka dan pertemuan dengan pendengar baru

Salimu' Naraka membawa nama Udhin kepada gelombang pendengar digital yang lebih muda. Pemberitaan Warta Bulukumba menyoroti bagaimana lagu itu beredar luas dan menyentuh pendengar melalui tema luka serta pengkhianatan. Kredit platform musik mencantumkan Udhin sebagai vokal dan Syamsul Anchu sebagai penulis.

Popularitas digital tidak muncul di ruang kosong. Lagu tersebut berdiri di atas pengalaman panggung dan katalog panjang. Karena itu, Salimu' Naraka paling tepat dipahami sebagai pintu masuk menuju perjalanan yang sudah berlangsung jauh sebelum angka pemutaran dan media sosial menjadi ukuran.

Jejak katalog dari kaset ke platform digital

Apple Music memuat album seperti Tani Tangga', Pangngu'rangingku, dan Elo' Ande Tea Eco. Album Tani Tangga' tersedia sebagai sembilan lagu melalui Irama Baru Record dengan tanggal edisi digital 2022. Tanggal itu tidak otomatis berarti seluruh materinya pertama kali direkam pada tahun yang sama. Di dalam jalur dengar tersebut, kamu juga dapat membuka Biseang Tamattamparang dan Teaja' Nakke.

Katalog tersebut menunjukkan rentang tema dan kolaborasi dalam pekerjaannya. Ada lagu yang menonjolkan kesetiaan, rasa kehilangan, harga diri, dan pengalaman rumah tangga. Pendengar sekarang dapat bergerak dari satu rilisan ke rilisan lain, tetapi riwayat rekaman fisiknya tetap membutuhkan dokumentasi tambahan dari label, sampul kaset, dan pelaku sezaman.

Membina generasi setelah panggung

Gerbang Indonesia Timur juga mencatat keterlibatan Udhin dalam Leaders Art Management dan kegiatan bersama seniman Makassar. Di sana, pengalaman panjangnya tidak hanya dipakai untuk penampilan, tetapi juga untuk kaderisasi dan pembinaan penyanyi muda.

Peran ini memperluas arti seorang penjaga lagu. Menjaga tidak selalu berarti mempertahankan bentuk lama tanpa perubahan. Ia juga berarti mengajarkan disiplin, mempertemukan penyanyi dengan panggung, memastikan pencipta tetap disebut, dan membuka ruang agar bahasa Makassar terus terdengar dalam selera musik yang berubah.

Pembinaan juga menjadi cara untuk meneruskan pengetahuan yang jarang tercatat di sampul album: cara memilih repertoar, membaca suasana penonton, menghormati rekan panggung, dan menjaga pengucapan bahasa. Pengetahuan praktis seperti ini sering berpindah langsung dari seniman senior kepada generasi berikutnya.

Warisan yang masih berjalan

Udhin Leaders bukan tokoh yang hanya ditemui dalam arsip lama. Katalog digitalnya masih bertambah, lagu-lagunya beredar kembali, dan jejak pembinaannya tetap terkait dengan komunitas seni Makassar. Posisi itu membuatnya berada di antara beberapa generasi sekaligus: generasi panggung rock, masa rekaman daerah, dan pendengar streaming.

Dari perjalanan tersebut, hal yang paling mengesankan bukan sekadar perubahan genre. Udhin mampu membawa nama yang lahir di panggung rock menjadi bagian dari ingatan lagu Makassar, sambil memberi tempat kepada karya para pencipta lain. Itulah sebabnya perannya layak dibaca sebagai penyanyi, pencipta, penafsir, dan pembina.

Pertanyaan umum tentang Udhin Leaders

Jawaban ringkas berdasarkan profil dan referensi yang tercantum pada halaman ini.

Siapa Udhin Leaders?

Udhin Leaders adalah nama panggung Hasanuddin Daeng Rewa, penyanyi dan pencipta lagu Makassar yang memulai karier sebagai vokalis rock Leaders Band pada 1980-an.

Apakah Udhin Leaders nama grup?

Bukan. Sumber yang tersedia menyebut Udhin Leaders sebagai nama panggung seorang penyanyi. Kata Leaders berasal dari Leaders Band, kelompok rock tempat ia memulai perjalanan musik.

Apa lagu Udhin Leaders yang terkenal?

Lagu yang banyak dikaitkan dengan Udhin antara lain Salimu' Naraka, Salasaku, Punna Sirikku Latappela, Nakkukku, dan Biseang Tamattamparang.

Apakah semua lagu Udhin Leaders diciptakan sendiri?

Tidak. Udhin juga membawakan karya pencipta lain. Salasaku, misalnya, dicatat sebagai ciptaan Iwan Tompo, sedangkan Nakkukku merupakan karya Misnar RA.

Apa hubungan Udhin Leaders dengan musik rock?

Ia mulai dikenal sebagai vokalis rock Leaders Band pada 1980-an. Nama kelompok itulah yang tetap melekat pada nama panggungnya ketika ia menekuni lagu Makassar.

Referensi

Sumber diperiksa pada tanggal yang tercantum. Tautan eksternal dapat diperbarui oleh penerbitnya.

  1. 1.
    Leaders Art Management Buka Puasa Bersama Seniman

    Gerbang Indonesia Timur. Diakses 25 Juli 2026.

  2. 2.
    Udhin Leaders

    Apple Music. Diakses 25 Juli 2026.

  3. 3.
    Tani Tangga'

    Apple Music. Diakses 25 Juli 2026.

  4. 4.
    Lirik dan Arti Lagu Salimu Naraka Karya Udhin Leaders

    Warta Bulukumba. Diakses 25 Juli 2026.

  5. 5.
    SALIMU' NARAKA

    Shazam. Diakses 25 Juli 2026.

  6. 6.
  7. 7.
  8. 8.

Transparansi artikel

Artikel ini ditulis secara independen dan tidak menerima pembayaran dari pihak yang disebutkan. Jika ada konten kerja sama, label sponsor akan ditampilkan secara jelas di bagian atas artikel. Baca Pedoman Editorial untuk standar sumber, koreksi, dan kerja sama kami.

Bacaan Lanjutan